Selasa, 13 November 2012

Melatih ayam bangkok supaya otot-otonya kuat

Cara melatih ayam bangkok supaya otot-ototnya kuat

  banyak sekali variasiya, cara paling benar adalah dengan sering main ke arena gelanggang & ke kandang teman-teman sesama pecinta ayam bangkok , maka kita akan dapat menyerap ilmu yg diterapkan. Latihan dasar untuk pembentukan otot ayam bangkok polanya & cara bermacam-macam.

Cara  1: Untuk menguatkan kuda-kuda ayam bangkok & otot sayap ada yg memasukkan ayam bangkok dlm kurungan kemudian digantung 1 m dgn tali & diputar perlahan, biasakan ayam bangkok dlm kondisi tersebut tiap hari selama 5 jam.

Cara  2: Tiap malam ayam bangkok ditaruh pada tali karet/ tali tambang yg lentur & selalu bergerak sehingga kaki ayam bangkok akan terbiasa mencengkeram kuat & selalu terjaga untuk tidak terjatuh.

Cara 3: Dengan cara mengkondisikan ayam bangkok selalu loncat ke atas sampai beberapa kali, caranya yaitu pada sore/malam hari ayam bangkok dimasukkan ke gulungan karet dgn diameter 1 m dgn tinggi 70 cm (bisa pakai karet geber), ayam bangkok yg dimasukkan akan berusaha keluar & meloncat ke bibir karet masukkan lagi sampai beberapa kali.

Yang terpenting adl porsi latihan yg disesuaikan dgn kondisi ayamnya yg diimbangi dgn ransum & suplemen vitamin yg berimbang. Jika latihan tidak terukur maka justru akan merusak ayam Bangkok. Teknik melatih & merawat ayam bangkok bisa berbeda tetapi tujuanny

Cara merawat fisik ayam bangkok aduan

Cara merawat fisik ayam bangkok aduan
Saat memelihara ayam bangkok aduan anda pasti akan memaksimalkannya dengan kemampuan anda untuk mendapatkan hasil  yang benar benar bagus dan untuk harga yang bisa meningkat karena kualitas ayam saat bertarung ketika memukul lawan tandingnya
Ada beberapa hal yg harus diperhatikan dalam merawat fisik ayam bangkok aduan diantaranya adalah : Kondisi otot dan bobot ideal tubuhnya. Mirip banget seperti layaknya seorang petinju yg harus memperhatikan berat tubuhnya sendiri.
Secara umum Bila bobot tubuh bertambah, pukulan akan semakin keras tapi kelincahan dan kecepatan pukul akan berkurang. Bila bobot tubuh berkurang, maka pukulan akan lebih 'ringan' tapi kelincahan dan kecepatan pukul bertambah.
Sekarang tinggal dilihat type seperti apa ayam yang anda miliki, Bila mengandalkan pukulan jalu tajam, anda cenderung mementingkan kelincahan dan kecepatan pukulnya (bobot tubuh jangan terlalu berat).

Kalau ayam type teknik kalem dan pukul berat, maka lebih baik bobot tubuh ditambah untuk lebih mengoptimalkan kerasnya pukulan.
Jadi semua tergantung kombinasi type teknik dan pukul ayam masing2. Kita hanya bisa mengarahkannya menjadi lebih optimal. Bukan merubah type ayam tsb.
Harus diingat ditambah atau dikuranginya berat tubuh dalam arti jangan terlalu extrim menaikan dan menurunkannya. Cukup max. 1 ons saja tiap minggunya. Jadi jangan terlalu drastis. Harus bertahap dan selalu dipantau perkembangan tiap minggunya. Agar ayam tidak cepat lelah (stamina bagus) jalan terbaik adalah latihan yang cukup dan terprogram. Suplement hanya sebagai penambah semangat, tenaga, dan pemulihan kondisi. Mungkin memang ada suplement yang bisa menambah stamina. Tapi tidak terlalu signifikan pertambahan staminanya, apalagi bila tidak diimbangi latihan yg intensif.
Untuk vitamin dan jamu penambah energi, bisa dipakai yg utk manusia seperti Vatigon, pil kita, hemaviton, kuku bima TL, jamu pegal linu, dll. Dikombinasikan dengan protein yg cukup antara lain seperti telur + madu.

Cara mudah melatih anak ayam serama supaya terbiasa dan siap saat kontes

Cara mudah melatih anak ayam serama supaya terbiasa dan siap saat kontes
saat usia dibawah 3 bulan lebih mudah dibandingkan melatih serama yang menginjak usia remaja keatas, pada prinsipnya yang dibutuhkan adalah kebiasaan setiap harinya:
  1. Siapkan kandang/box untuk anakan yang beralaskarpethijau,dengan tujuan agar sejak dini anakan tersebut sudah terbiasa dengan meja kontes yang selalu beralaskan karpet.
  2. Jemur anakan serama secara berkala di pagi hari, waktu ideal penjemuran antara jam 7-10 pagi, sambil ditempatkan pada kawat ram perhatikan saat pada penjemuran di kawat ram, jika ukuran kawat ram besar hendaknya ditempati lebih dari seekor anakan serama.pasang penutup pada kawat ram sebatas kepala saat anakan tegak, dimaksudkan agar anakan ayam agar terbiasa dan sebagaian proses dapat berdiri tegak.
  3. Untuk memancing agar anakan ayam mau berdiri tegak dan makin agresif bisa diberikan jangkrik atau ulat melalui bagian atas kawat, tapi jangan sampai berlebihan.

Cara Memelihara Ayam Bangkok Setelah Diadu

Cara Memelihara Ayam Bangkok setelah diadu merupakan faktor penting yg menentukan nasib ayam dalam pertarungan berikutnya. Hal seperti ini sering disepelekan oleh penggemar ayam bangkok. Ayam akan mengalami kelelahan yg luar biasa stlh diadu dlm waktu yg cukup lama, atau diadu dgn musuh yg sama kuatnya. Tahap-tahap dlm cara merawat ayam bangkok pasca diadu:

Merawat Secara Langsung Setelah Ayam Bangkok Diadu

Dengan meneteskan langsung cairan antibiotika di bagian luka, misalnya larutan yodium, yg membakar kulit akan meninggalkan keropeng yg membutuhkan waktu untuk rontok atau mengelupas. Suntikkan antibiotik di tubuh ayam bangkok & teteskan juga pada bagian luka di badan ayam. Hentikan segera pendarahan, biasanya menggunakan bubuk kopi, apabila terjadi pendarahan hebat, maka dijahit. Teteskan juga antibiotik pada luka yg dijahit tadi. Bila paruh terlepas, maka usahakan pasang kembali dgn cara mengikatnya dgn benang ke jengger, bila paruh lepas tanpa pelindung, maka akan berakibat cacat stlh sembuh, dan ayam akan kesulitan untuk mematuk. Berikan gula merah stlh bertarung yang bertujuan sebagai sumber karbohidrat ayam bangkok. Tempatkan menyendiri, jangan terlalu dekat dgn ayam-ayam yang lain. Stlh mau makan, maka dapat  kumpulkan dgn ayam betina, untuk memperbaiki sifat pemimpin ayam. Untuk menjaga naluri ayam, sesekali dikawinkan. Umumnya ayam bangkok yg kekurangan gizi mempunyai nafsu kawin yg kurang.

Merawat Sehari Setelah Ayam Bangkok Diadu

Pada umumnya ayam bangkok tidak mau makan stlh mengalami kelelahan yg sangat hebat, maka berikan larutan gula merah, sedikit susu cair & vitamin mineral dgn cara pemberian langsung ke dlm tembolok dgn menggunakan alat spet yg ujungnya diberi selang kecil. Jika ayam tidak mau makan, maka jangan dipaksa dgn meloloh pada hari pertama s/d hari ketiga. Di tahap ini usahakan pemberian karbohidrat & protein yg mudah diserap ayam bangkok, karena proses pencernaan belum berfungsi secara sempurna. Hari ke-4 baru boleh diberikan sedikit konsentrat/voer yg dicampur dengan susu cair. Jika nafsu makan ayam bangkok masih belum ada, jangan memaksa diloloh, berarti pencernaan masih terganggu. Jika sudah terlanjur diloloh & makanan di tembolok tidak turun, maka dapat diberikan enzim yang membantu pencernaan, misalnya enzymfort , dalam sehari diberikan 2 sampai 3 kali. Jangan diberi makanan yang keras-keras, berikan gula merah, susu & vitamin, air minum dlm kurungan harus sll tersedia.

Latihan Ayam Bangkok Stlh Sembuh

Setelah 2 minggu bertarung, maka dapat dilatih kembali ayam bangkoknya. Lakukan sparring ringan waktunya sekitar 10 menit. Usahakan ayam bangkok beristirahat yang cukup, jangan terburu nafsu untuk mengadunya kembali. Jika kondisi belum pulih sempurna, akan mempengaruhi mental ayam. Ayam bangkok dapat berrlari-lari sendiri saat diadu walaupun lawannya sudah tidak dapat menyerang lagi. Hal ini bukan karena mental ayam yg jelek namun faktor stamina lah yg masih down

Pola pemberian pakan pada ternak ayam bangkok

Pola pemberian pakan pada ternak ayam bangkok
Pola makan dan suplemen ayam harus kita jaga sebaik-baiknya dengan teratur dan disiplin, sehingga saat memperoleh latihan senam dan jajal, ayam tidak akan mengalami kekurangan gizi (sakit kuning). Untuk pemberian makanan pokok / utama, dapat dibedakan untuk jenis ayam yang akan kita latih :
Tipe Ayam Jalu, 
Makanan utama harus banyak mengandung karbohidrat, akan tetapi tidak perlu mengandung terlalu banyak protein dan lemak. Ayam jalu memerlukan kelincahan pukulan sehingga kandungan karbohidrat yang terpenting untuk tenaga, sedang kandungan lemak dan protein hanya akan membuat ayam mengalami peningkatan berat badan dan pembentukan otot yang tidak terlalu diperlukan. Makanan yang biasa diberikan adalah gabah rendaman murni ataupun campuran gabah jagung dengan perbandingan 3:1.Pemberian makan utama sama dilakukan seperti di atas. 
Tipe Pukul, 
Makanan yang diberikan harus lebih banyak mengandung unsur karbohidrat dan protein untuk memperkuat otot2nya. Kandungan lemak juga penting untuk ayam tipe pukul untuk cadangan tenaganya. Makanan utama yang biasa kami berikan adalah Jagung yang telah direndam semalaman ataupun campuran antara Jagung gabah dengan perbandingan 1:1. Pemberian makanan utama diberikan di pagi hari setelah menerima latihan senaman dan di sore hari setelah menerima latihan lari. Bila di Sore hari ayam menerima latihan jajal, maka makan sore tidak perlu dilakukan.
Dalam pemberian makanan, takaranya tidak perlu terlalu banyak sampai2 tembolok ayam sangat besar, akan tetapi diberikan sesuai dengan ukuran berat badannya, yang bisa diberikan dengan perbandinga berat badan dengan makanan adalah 15-20:1 sesuai dengan kebutuhannya. Dengan kata lain bila berat badan ayam adalah 4kg, maka sekali makan bisa diberikan sebanyak 200-250gram sesuai dengan tingkat nafsu makan ayam. Dan jangan lupa untuk memberikan ayam minum setelah makanan utamanya dihabiskan.

Makanan/Vitamin Suplemen
Makanan/Vitamin Suplemen biasanya diberikan di malam hari tepat sebelum ayam tidur di malam harinya, hal ini ditujukan agar seluruh kandungan gizi yang diberikan dapat terserap dengan baik pada ayam. Makanan dan vitamin suplemen yang diberikan rutin setiap harinya adalah sebagai berikut:
Vitamin lengkap A,B Compex,C,D,E,K yang diberikan masing2 1 butir. Vitamin yang diberikan tidak perlu vitamin yang mahal, bisa menggunakan vitamin yang alami yaitu :
  • 1/2 jempol gula merah yang dilunakkan dengan air (Untuk tambahan karbohidrat)
  • 1/4 atau 1/2 buah Tomat. (Untuk menyegarkan dan membantu pencernaan ayam)
  • 1 Butir telur puyuh bulat yang telah direbus. (Untuk tambahan protein). Untuk tipe ayam jalu pemberian telur puyuh rebus bisa diperjarang menjadi 2-3 hari sekali.
Suplemen yang diberikan 4-5 hari sekali (sebaiknya di malam setelah ayam memperoleh latihan jajal):
  • 1 butir pil minyak ikan. (Untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat bulu)
  • 1 butir pil kalq. (Untuk memperkuat tulangan)
  • 1/4 jempol kunyit (Untuk membantu pencernaan dan menyehatkan perut ayam)
Bila kita ingin memperoleh hasil yang lebih maksimal, seminggu sekali ayam bisa diberikan suplemen Brands sari pati ayam sebanyak 1 buah sendok teh. Akan tetapi pemberian ini tidak terlalu diperlukan hanya ditujukan untuk memaksimalkan pemberian makanan.
Perlu diingat bahwa, selama periode training sebelum turun ke gelanggan, latihan senam dan jajal yang kita lakukan pada ayam akan sangat sangat menguras tenaga ayam sehingga pola makan dan suplemen yang baik dan teratur sangatlah diperlukan untuk menjaga keseimbangan kesehatannya. Banyak cara ataupun metode lain ataupun suplemen lain yang diberikan oleh penggemar kepada ayam, akan tetapi pola makan dan suplemen di atas sudahlah sangat cukup bagi ayam yang kita latih untuk turun ke gelanggan. Dan selain itu faktor biaya perawatan juga harus menjadi perhatian kita.
Memang benar, bila dilihat dari pola latihan senam, jajal, serta pola makan dan suplemen akan sangat banyak menguras tenaga dan biayanya, akan tetapi hal ini akan menjadi setimpal dengan hasil dan kesenangan yang akan diperoleh bila nantinya ayam yang kita turunkan ke gelanggan memperoleh kemenangan. Dan bila hal ini dapat kita peroleh, maka tenaga dan biaya yang kita keluarkan akan terasa lebih ringan.
Akhir kata, pola makan dan suplemen di atas adalah kebiasaan yang kami lakukan sewaktu melakukan perawatan ayam untuk turun ke gelanggang, akan tetapi seluruh pola di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing penggemar.

Tips memelihara ayam bangkok saat musim panas/kemarau



Tips memelihara ayam bangkok saat musim panas/kemarau
  • Usahakan kandang ayam bangkok berada di tempat teduh,
  • Kandang harus bebas dari debu,
  • Lakukan penyiraman pada tanah di area kandang dengan air ,
  • Bersihkan kandang setiap hari dari bekas kotoran yang menempel di dalam kandang,
  • Beri makan ayam dengan sayuran pada siang hari dengan cara memotong kecil-kecil sayuran tersebut,
  • Jangan memberikan minum pada ayam kita saat siang hari karena akan berakibat ayam menjadi pilek, pemberian minum dilakukan pada sore hari saja, usahkan makanan yang kering-kering saja,karena makanan yang lembek akan berakibat ayam menjadi pilek dan ngorok,
  • Lebih banyak kasih sayuran hijau,
  • Mandikan ayam tapi jangan terlalu basah, hanya di usap saja,tanpa harus di basahi total,basahi ketiak ,dan sayap,agar bulu tidak kusam dan rontok. Biasanya kalau musim kemarau siang cuacanya panas dan malamnya cuaca kadang sangat dingin
  • Usahan kandang ayam selalu hangat pada malam hari kalau perlu kasih lampu walau ayam itu sudah dewasa, Serta tutup agar tdk tergigit nyamuk,

mencegah penyakit ayam yang datang di musim hujan

mencegah penyakit ayam yang datang di musim hujan
Dikalangan peternak (pelaku perunggasan). khusus untuk ayam broiler (pedaging), sudah banyak teori yang diberikan oleh para ahli perunggasan untuk mengasai masalah tersebut, namun setiap musim penghujan masalah itu selalu muncul dan teori yang diterapkan terkadang tidak mampu untuk menekan kematian ayam. penyakit yang sering muncul pada musim penghujan (peralihan) biasanya penyakit yang disebabkan oleh virus, salah satunya adalah IBD (Infecius Bursal Desseas ) atau lebih dikenal dengan gumboro.n penyakit ini disebabkan oleh virus, sehingga tidak ada obatnya ketika ayam sudah terkena virus ini, yang paling mungkin dilakukan adalah dengan cara memerikan vaksin. namun ternyata pemberian vaksin saja tidak cukup, pada unggas yang telah divaksin, pada beberapa kasusu masih ditemukan penyakit ini. dan kematian yang disebabkan oleh virus ini masih cukup tinggi meskipun telah divaksin( diatas 5%). vaksin ulang menjadi alternatif pilihan untuk menekan kasus ini, tetapi vaksin ulang jua tidak memberian jaminan penuh, bahwa ayam bebas dai virus ini. namun dengan adanya vaksin ulang paling tidak kematian akibat virus ini dapat ditekan, krena pada kasus ini sifatnya individual. vaksin ulang merupakan pilihan yang sangat banyak diaplikasikan oleh peternak sekarang ini, biasanya vaksin ulang dilakukan untuk ayam broiler yang umur panennya di atas 33 hari ( berat 1.8 lebih) lalu bagaimana untuk ayam yang dipanen umur 24 - 28? apakah perlu di vaksin ulang? jawabannya perlu dan tidak perlu, namun saya disini lebih cendrung tidak perlu dilakukan vaksin ulang, namun perlu diperhatikan beberapa hal agar ayam kita terhindar dari wabah ini, beberapa yang harus diperhatikan adalah:
1. Kebersihan kandang yang baik
2. Asupan  nutrisi yang cukup

1. Kebersihan Kandang

 Kebersihan kandang menjadi syarat mutlak agar ternak sehat dan tampil prima. Bila kotoran menumpuk maka kandang akan menjadi gudang penyakit. Karena itu kandang mesti dibersihkan secara teratur.

Salah satu cara agar mudah membersihkan kandang adalah dengan menggunakan ram kawat untuk lantai kandang. Dibawah kandang lalu diberi alas triplek untuk menampung kotoran. Taburkan sekam padi dipermukaan alas. Dengan begitu kotoran yang langsung jatuh tidak menempel pada permukaan alas.

Alas penampung kotoran sebaiknya dirancang agar dapat dilepas pasang. Jadi, ketika dibersihkan cukup ambil alas, lalu tumpahkan sekam yang sudah bercampur kotoran. Cuci alas dengan menggunakan sabun antibakteri, lalu keringkan. Alas pun siap digunakan kembali. Meski kotoran ditampung alas, tapi kandang mesti dibersihkan secara berkala minimal setiap pekan. Pasalnya, seringkali kotoran juga juga mengenai lantai kandang sebelum menimpa alas.

Cara lain agar mudah membersihkan kandang adalah dengan melapisi lantai kandang dengan campuran serbuk zeolit, pasir pantai dan pasir cor dengan perbandingan 1/2 : 1 : 1/4. Zeolit membuat kotoran ayam cepat kering dan tidak menempel dilantai kandang. Untuk membersihkanya, ambil tumpukan kotoran dengan saringan sehingga hanya kotoran yang terambil.

Pasir banyak negandung kerikil yang dibutuhkan serama untuk membantu pencernaan makanan di tembolok. Pasir pantai jga menjadi sumber kalsium karena biasanya bercampur dengan serbuk kulit kerang yang sudah hancur. Kalsium penting untuk memperkuat tulang serama dan mencegah telur lembek yang membat telur mudah pecah.

Untuk menghilangkan bau  yang menyengat pada kandang  dianjurkan  menyemprotkan anti bau “ PROTEXOL” secukupnya  karena produk ini disamping dapat menghilangkan bau dengan tuntas  harganyapun sangat terjangkau

Dan yang tak kalah pentingnya adalah memberantas lalat , sebab serangga ini sangat berperan dalam penyebaran penyakit. Menurut pengalaman kami  formula yang sangat efektif untuk ini adalah RALAT – Racun Lalat..
Racun Lalat (RALAT) berbentuk cair berwarna putih susu agak kecoklatan untuk disemprotkan ke tempat-tempat yang sering didatangi lalat. sedikit amis dan berbau khas (tajam bagi indera lalat tapi tidak untuk manusia).
Racun lalat ini hemat tapi efektif membasmi semua jenis lalat baik itu lalat rumah tangga, rumah makan, rumah sakit, dll. Belum ada saingannya dari segi kualitas dan harga. Telah diteliti oleh ahli bioteknologi dari UGM, Yogyakarta. Harganya murah, pasti terjangkau.
Cara kerjanya, setelah lalat menghisap cairan itu, beberapa detik kemudian si lalat akan mulai menggosok-gosokkan kedua kaki belakangnya. Sayapnya tergetar. Kaki belakang terangkat. Ia mulai kehilangan orientasi arah. Saat itulah racun saraf bekerja. Beberapa detik kemudian, perut lalat mulai membengkak karena racun lambung mulai menyerang abdomennya. Lantas lalat kesulitan terbang karena beban di perut plus pusing. Kalaupun bisa terbang tidak bisa jauh. Adanya racun lambung pada produk kami menjadi jalan keluar bagi peternak ayam layer maupun broiler yang tersiksa oleh lalat melalui larvanya yang susah dimatikan oleh racun kimia yang biasanya hanya mengandung racun saraf..

2. Asupan  Nutrisi Yang Cukup.
Memberikan  AVISPRO  sebagai asupan nutrisi dan antibiotic adalah sangat DIANJURKAN untuk mencegah wabah paenyakit pada ternak unggas, Karena  AVISPRO  bermenfaat sebagai : Antibiotik (mencegah dan mengatasi penyakit Coryza (Snot), CRD, dan penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri E. coli,Salmonella pullorum, Salmonella gallinarum, Pasteurella multocida, Mycoplasma dan lain sebagainya)
  1. Antiviral (mencegah serangan virus ND, Gumboro, Marek, Fowl pox, IBD, dsb –vaksinasi tetap diperlukan)
  2. Antifungal (mencegah penyakit akibat jamur)
  3. Antioksidan (pelindung sel dari radikal bebas)
  4. Antiinflamasi (mencegah peradangan dan infeksi)
  5. Detoksifikasi (membersihkan racun dan mengurangi kadar kolesterol dari produk unggas)
  6. Meningkatkan nafsu makan.

Cara Mengobati Penyakit Korep Pada Ayam

Cara Mengobati Penyakit Korep Pada Ayam
Ini pengalaman sendiri ketika memiliki ayam jago yang terkena penyakit korep, atau penyakit yang menyebabkan kepala ayam jago berwarna putih seperti bedak, selain penyakit ini menular, korep juga menyebabkan daya tahan tubuh ayam menurun dan kurang fit, yam akan terlihat pucat dan untuk beberapa kasus kadang bisa menyebabkan kematian, bila korep sudah menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki. Ayam akan semakin terlihat pucat, nafsu makan menurun & akan semakin kurus hingga diakhiri dengan kematian

Penyebab Korepan pada ayam aduan
Penyakit penyakit korep bisanya timbul karena Kurangnya kebersihan dari permukaan kulit ayam, Bisa juga disebabkan pada waktu diadu kurang nya perawatan dalam membersihkan kepala sehingga menyebabkan korep. Selain itu juga bisa tertular oleh ayam jago lain saat di adu

Pencegahan Penyakit korep
Untuk pencegahan penyakit korep sendiri dapat dilakukan setiap ayam habis diadu atau dicoba, dengan melakukan pembasuhan muka atau permukaan kulit ayam dengan air hangat. Setelah itu berikanlah anti biotik atau alkohol untuk menghindari infeksi dan juga mencegah munculnya korep.
 Cara Mengobati Korep pada ayam jago
Ada cara yg lebih murah meriah dan hasilnya cukup manjur, separah apapun kondisi ayam, bisa segera disembuhkan.

Cabuti bulu yg menempel bila kulit di bawah bulu terdapat korep. Pencabutan bulu ini sangat mudah karena akar bulu sdh terserang korep sehingga bulu tdk kuat lagi tertanam di kulit. Bila kulit blm terserang korep, pencabutan akan sulit & bulu tdk perlu dicabut. Jadi khusus kulit yg terkena korep saja, yg bulunya perlu dicabut/dihilangkan.

  1. Oleskan "minyak rem" apapun merknya, biasanya yg tipe DOT 3 untuk dioleskan ke bagian kulit yg terserang korep. Sambil mengoleskan minyak rem, korep yg ada kita gosok hingga lepas dr kulit ayam.
  2. Setelah korep benar2 bersih, oleskan sekali lagi minyak rem tadi ke bagian yg sakit.
  3. Selama pengobatan, tempatkan ayam pada tempat yang teduh & kering, dan terhindar dari sinar matahari. Ayam jangan kena air dan tidak perlu dijemur. Untuk menjaga agar badan tidak kaku, bisa diumbar di tempat berpasir yang teduh agar ayam bisa kipuh (mandi pasir).
  4. Selang 3hari, ulangi mengolesi tubuh & kepala ayam dgn minyak rem tersebut.
  5. Dalam 2x pengolesan, akan tampak kemajuan yg berarti. Korep akan hilang & ayam akan terlihat merah kembali.

Selain cara diatas ada juga temen yang share katanya menggunakan obat cap kaki tiga, dan ada juga yang menyarankan memakai minyak tawon akan tetapi cara ini belum saya praktekan, yang sudah saya praktekan adalah yang menggunakan minyak rem ini, dan semoga artikel ini bermanfaat

Penyakit Bubulen / bumblefoot

Penyakit Bubulen / bumblefoot  pada ayam bangkok sering terjadi pada organ tubuh ayam di bagian kaki, penyakit ini adalah penyakit yang di sebabkan oleh infeksi pada bagian kaki (pada awalnya) bisa di katakan atau di kategorikan kangker ganas juga.
Biasanya penyakit ini sangat sering di temukan di peternakan ayam seperti ayam bangkok, karena penyakit bubulen  sering terjadi pada ayam yang sudah menginjak usia 25 minggu sampai 40 ( tahap keganasan) karena pada usia ini lah sering terdapat ayam yang sudah terinfeksi bakteri, dan pada usia ayam menginjak 41 minggu sampai 65 minggu bisa di katakan 25 percent dari jumlah ayam sakit pada usia 25 mggu sampai 40 minggu.
Penyakit bubulen  dapat di kategorikan dalam 3 tahap.
  1. Tahap pertama adalah, di karenakan ayam atau pun burung lama bertengger di tenggeran yang tidak sesuai, yang akan mengakibatkan luka pada pad atau dampal kaki ayam, tanda kemerahan akan timbul dalam beberapa waktu kedepan, maka dengan memberikan cream pada kaki ayam adalah langkah paling baik pada masa itu.
  2. Tahap serius, pada tahap serius, bagian kaki ayam yang memerah warna nya akan semakin meluas, mengakibatkan ke tidak stabilan pada kaki ayam, untuk kategori ini bisa menggunakan antibiotik untuk pengobatan.
  3. Tahap fatal. dalam tahap ini, bubul  dengan ukuran yang lebih besar bisa mengakibatkan ayam lumpuh dan jika tidak di tangani dari awal bisa mengakibatkan kematian.
Akibat dari penyakit bubulen  ini adalah
  • Berat badan ayam akan drastis menurun pada saat satu sampai 2 minggu (terhitung dari terjangkit nya infeksi)
  • Ayam akan hilang selera makan
  • Kaki ayam tidak bisa berfungsi dengan baik (pincang) dan lambat laun ayam yang kita andalkan, akan beralih ke ayam unproductive, kenapa?? karena ayam sakit dan jika tidak di rawat, maka ayam akan mati.
Ciri-Cirinya:
Seperti di uraikan di  atas tadi, Pertama-tama kaki ayam pada bagian jari2 kaki terlihat warna memerah dan bila di pegang akan terasa sedikit panas, Lambat laun kian hari kian membengkak dan masih terus berwarna merah, Setelah dalam hitungan 3 sampai 4 minggu (terhitung dari terjadinya infeksi) akan berubah menjadi gumpalan nanah dan akan semakin mengeras pada bagian telapak kaki ayam yang menghidap penyakit tsbt.
 Pada dasarnya, jika ayam sudah menghidap penyakit jenis ini, dan yakin bubul  sudah  menyerang kaki ayam 90 % ayam tidak bisa di obati, paling bisa di buang.
 
Penanggulangan dari awal
Di karenakan jenis penyakit ini di sebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan infeksi pada bagian kaki, atau bakteri yang masuk dari bagian tubuh ayam yang terluka dan bakteri tersebut akan manyerang semua bagian persendian pada ayam tsb, maka kaki ayam lah yang menjadi sasaran utama, Maka hindari ayam supaya tidak terluka (sebisa mungkin dan semampu mungkin) seperti halnya di kandang yang menggunakan slat kayu, maupun bambu, atau kawat, maka jangan sampai ada bagian benda tajam di sekitar lahan yang di tempati oleh ayam, walaupun penyakti ini mungkin terjadi pada genetik ayam indukan sebelumnya, maka tidak ada salahnya jika kita mengantisipasi terjadi nya kesalahan pada persekitaran kandang kita, ya misalnya pakku yang ada di kayu menojol keluar, dan sebisa mungkin jangan sampai terjadi agar kaki ayam tidak terluka oleh bagian paku yang keras, atau benda tajam lainnya yang mungkin di kandang anda ada benda keras lainnya. Karena penyakit ini tidak terjadi pada saat ayam terluka, tetapi akan terjadi setelah beberapa minggu kedepan, maka benda tajam-lah musuh utama disini.
Jika anda atau di kandang anda menggunakan serbuk gergaji untuk alas (sebagai pengganti sekam)  maka teliti lebih awal atau periksa kualitas serbuk gergaji tersebut, jangan sampai banyak potongan kayu kecil yang tajam (apalagi yang besar) walaupun sebesar tusuk gigi misalnya, itu juga sangat membahayakan, secara pengertian kasar, jika tubuh atau kaki ayam terluka oleh benda tajam tersebut, maka tubuh ayam sudah terbuka untuk bakteri yang jumlahnya tidak terhitung di kawasan kandang tersebut, maka dengan satu kesempatan saja dan jika kondisi kekebalan tubuh ayam menurun, terjadinya infeksi sangat tidak bisa di ragukan lagi.
Perawatan
Jika terjadi penyakit ini di kandang anda , dan kebetulan masih dalam tahap awal, atau tahap memerah nya kaki ayam, maka lebih baik anda memisahkan ayam yang sakit tersebut ke pen atau kandang terpisah untuk karantina semantara,
Ketika ayam sudah di pisahkan pada kandang karantina, lakukan lah penyuntikan secara berkala, atau setiap hari selama satu minggu (7hari), kemudian istirahatkan selama (7hari) dan ulangi penyuntikan antibiotik selama 7hari. untuk antibiotik, anda bisa mencari nya di poultry shop terdekat, misalnya bisa menggunakan tinisol, gentamicyn, medoxyl LA, Penstrep atau pun antibiotik sejenis nya,
Untuk penyuntikan, katakan lah anda menggunakan Gentamicyn, maka bisa juga anda menggunakan Gentamicyn (disuntik di dada sebelah kana) dan B-Komplek (digunakan sebelah kiri) selam 7 hari.

Supaya ayam merasa nyaman di dalam kandang

 Mungkin anda pernah melihat ayam-ayam peliharaan di kandang yang saling beradu dengan ayam-ayam yang lain, hingga kadang-kadang ayam-ayam tersebut terluka parah, itu adalah salah satu akibat dari suasana atau kondisi kandang yang tidak atau bisa di katakan kurang nyaman. Untuk membuat ayam nyaman di kandang di mulai dari pembangunan arah kandang. Kandang dianjurkan membujur arah Timur-Barat, hal ini bertujuan agar intensitas sinar matahari tidak berlebih. Jarak antar kandang juga perlu mendapat perhatian (jarak minimal antar kandang yaitu seukuran lebar kandang). Sekali lagi membangun kandang tidak mesti mahal, yang terpenting adalah fungsi dari kandang itu sendiri bisa optimal.

Sesudah memperhatikan bangunan kandang maka sekarang yang perlu mendapat perhatian adalah apa yang ada di dalamnya yaitu sarana dan prasarana. Kita mesti menyediakan perlengkapan yang bisa menunjang produktivitas ayam selama masa produksi. Begitu juga perlengkapan kandang tidak mesti mahal, yang terpenting adalah memenuhi syarat sebagai sarana dan prasarana yang baik. Di antara sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian antara lain :

Pemanas (brooder)

Pemeliharaan ayam pada masa periode awal (1-3 minggu) di sebut dengan masa brooding. Anak ayam perlu diberi pemanas terutama di malam hari untuk memberi kehangatan karena pada umur tersebut anak ayam belum mampu untuk melawan hawa dingin. Alat pemanas yang dapat digunakan bermacam-macam, di antaranya : lampu pijar, lampu minyak tanah, kompor dari serbuk gergaji, kompor briket batubara, pemanas LPG, pemanas infrared dan jenis lainnya. Penggunaan alat pemanas disesuaikan dengan jumlah anak ayam yang di pelihara untuk efisiensi biaya operasional. Letak dan ketinggian alat pemanas  dari permukaan lantai (litter) juga perlu diperhatikan untuk penyebaran panas yang optimal. Dalam memilih alat pemanas faktor yang perlu mendapat perhatikan adalah harga, efisiensi bahan bakar dan keamanan alat.

Tempat minum (Drinker)

Banyak pilihan tempat minum yang bisa disediakan untuk ayam baik yang model konvensional atau yang modern, seperti bilahan pipa paralon, bilahan bambu, botol aqua yang dilubangi tengahnya, nipple (tempat minum otomatis untuk satuan), gallon minum manual, dan gallon minum otomatis. Sediakan tempat minum sesuai kebutuhan, anda bisa memperhatikan ayam ketika berebut minum, kalau ayam-ayam tersebut berebut sehingga menyebabkan air sampai tumpah-tumpah berarti jumlah tempat minum kurang. Sebagai patokan, dibutuhkan sekitar 3 buah tempat minum ukuran 1 liter untuk 100 ekor anak ayam dan pada umur 6 minggu sampai siap jual dibutuhkan tempat minum 6 buah tempat minum dengan ukuran 2 liter untuk jumlah ayam yang sama.

Tempat pakan (Feeder)

Kita harus tahu bahwa tempat pakan anak ayam tidak sama dengan tempat pakan ayam dewasa. Tempat pakan untuk anak ayam biasanya berupa nampan doc atau sekarang yang lagi ngetrend adalah baby chick feeder, sedangkan untuk ayam remaja atau dewasa maka bisa menggunakan wadah pakan model gantung seperti yang dijual di toko pakan ternak (tersedia berbagai ukuran missal 3 kg, 6 kg, 7 kg, dan 10 kg). Sebagai patokan, dibutuhkan sekitar 2 buah tempat pakan berbentuk nampan bulat diameter 40 cm untuk 100 ekor anak ayam, dan pada umur 6 minggu sampai siap jual dibutuhkan tempat pakan 5 buah tempat pakan berbentuk bulat dengan diameter 40 cm. Tempat pakan tidak mesti beli, membuat sendiri pun bisa dan tentu biaya lebih murah. Akan tetapi perlu diperhatikan syarat tempat pakan yang baik.

Kipas (fan)

Pada daerah yang mempunyai kecepatan angin kurang atau kasus kandang yang berukuran terlalu lebar dengan kepadatan tinggi maka keberadaan kipas sangat dianjurkan untuk membuat sirkulasi udara di dalam kandang sedikit lancar. Meski kita sudah menerapkan manajemen buka-tutup tirai dengan adanya keberadaan kipas akan sedikit membantu untuk mengatasi sirkulasi udara di dalam kandang. Di samping itu juga kipas akan membantu mengurangi limbah bau di dalam kandang.

Pendingin (cooling pad)

Suhu di dalam kandang tidak selamanya bisa stabil, bahkan ada kecenderungan naik. Hal ini di sebabkan karena kadar amoniak di dalam kandang kerap sekali naik sehingga suhu dan bau di dalam kandang meningkat pula. Demikian juga kepadatan ayam di dalam kandang bisa menyebabkan naiknya suhu di dalam kandang. Penggunaan pendingin  berfungsi untuk mengurangi panas dan mencegah resiko panas berlebih (overheat) di dalam kandang. Alat pendingin biasanya di peruntukkan untuk kandang close house.

Tenggeran (Roost)

Memang keberadaannya masih dipertanyakan terutama untuk usaha penggemukan ayam. Bukti dilapangan menunjukkan bahwa ayam yang tidur di pepohonan lebih tahan terhadap serangan pengaykit dari pada ayam yang dikandangkan tanpa tenggeran (tidur di atas tanah langsung). Sisi positif tenggeran antara lain memperkecil resiko penyakit pernafasan dan karkas yang dihasilkan lebih padat. Tenggeran biasanya disediakan untuk usaha ayam kampung dan ayam petelur. Yang perlu diingat kalau kita menyediakan tenggeran bagi ayam yaitu pemasangan tenggeran harus sama rata, karena ayam selalu menginginkan tempat yang paling tinggi. Tidak bisa dipungkiri bahwa tidur di atas tenggeran (semisal bilahan bambu) akan sedikit menguras energi ayam.

Sarang (nest box)

Disediakan khusus terutama untuk unggas penghasil telur (ayam kampung, ayam petelur, itik petelur). Sarang bertelur adalah media untuk merangsang ayam untuk bertelur. Penempatan sarang biasanya diletakkan di tempat yang aman, sepi dan tenang misal di sisi bagian dalam kandang.

Semua hal di atas adalah diantara factor sarana dan prasarana, ada lagi hal yang tidak kalah pentingnya yaitu manajemen pemeliharaan agar ayam merasa nyaman di dalam kandang. Diantara manajemen pemeliharaan yang perlu mendapat perhatian adalah kedisplinan kita dalam menjaga sanitasi (membersihkan kandang dan peralatannya) dan perlakuan kita terhadap ternak. Kalau sudah kita upayakan secara maksimal factor-faktor yang sekiranya bisa menunjang produktifitas ternak barulah kita menunggu hasil akhir dari usaha kita.

Cara membuat Kandang ayam

Informasi ini bagi peternak senior mungkin tidak bermanfaat, namun untuk peternak pemula saya rasa bisa bemanfaat. Terkdang sebelum memulai usaha peternkan ayam petelur, para peternak yang belum memiliki pengalaman akan sedikit bingung mengenai masalah perkandangan yaitu mulai dari bentuk atau desain kandang, luasan kandang serta periode pemeliharaan yang hasur disesuaikan dengan desain kandang.

Para pembaca sekalian, pada lahan seluas 1 hektar atau 10.000 m² idealnya memuat populasi 20.000-25.000 ekor. Kandang pembesaran yang ideal berukuran panjang 40 m dan lebar 5 m. Kandang yang tidak terlalu lebar sangat berguna untuk kebutuhan ayam dalam hal ini kenyamanannya. Hal ini disebabkan semakin lebar kandang maka ayam akan sulit mendapatkan udara segar karena sirkulasi atau pergerakan udara yang lambat. Kandang type postal seluas 200 m² (40 x 5 m) cukup optimal untuk memelihara pullet sejumlah 1600 ekor hingga berumur 112 hari. Sementara itu, kandang batre yang berukuran sama bisa memuat sekitar 2500 ekor pullet (bisa lebih hemat tempat sekitar 150%).
  A.Berdasarkan Type lantai
 Berdasarkan type lantai (postal) kandang terbagi 2 yaitu type lantai tanah atau disemen (litter) dan kandang panggung (slat). Pemelihan lantai kandang sebaiknya memperhatikan periode umur ayam. Berikut ini anjuran saya tentang pemakaian type kandang.
  1. Masa starter (0-5 minggu) Menggunakan kandang Litter
  2. Masa grower (5-10 minggu) dapat menggunakan kandang litter  akan tetapi lebih baik menggunakan kandang batre (bisa dari bahan kawat atau bamboo) supaya pertumbuhan ayam lebih seragam.
  3. Masa developer (10-16 minggu) lebih baik menggunakan kandang batre
  4. Masa layer atau produksi (diatas 16 minggu) menggunakan kandang batre
Sedangkan kepadatan kandang  yang disarankan untuk masa starter-developer untuk type lantai yang menggunakan litter sebagai berikut.
  1. Umur 0-7 hari = 40 ekor/m2
  2. Umur 8-14 hr =30 ekor/m2
  3. Umur 15-28 hr =20 ekor/m2
  4. Umur 29-112 hr atau lebih =  sebaiknya 6-8 ekor/m2
Pullet yang berumur 91-112 hr sudah dapat dipindahkan ke dalam kandang batre petelur. 1 kandang batre bisa diisi 1 sampai 2 ekor. Dari pengalaman lapangan sebaiknya 1 kandang batre diisi 1 ekor. Pembuatan kandang dengan jumlah yang banyak tentu membutuhkan jumlah yang besar. Namun biaya tersebut bisa tertutup karena dengan perlakuan seperti ii maka produktifitasnya akan lebih baik, yakni 2-6% dibandingkan 1 kandang yang berisi 2 ekor. Disamping itu, tingkat kanibalisme ayam yang menyebabkan kemaian dan afkir ayam yang tidak diperlukan dapat ditekan. Kandang batre yang idela adalah berukuran panjang 120 cm, lebar 55 cm dan tinggi 27-32 cm. kandang berukuran seperti ini dapat memuat 6 ekor ayam petelur. Kadnang batre bisa berukuran sebagai berikut:
  1. Batre untuk masa grower berukuran 120 x 35 x 32 cm dapat memuat 12 ekor ayam
  2. Batre untuk masa layer berukuran lebar 120 x panjang 55 x tinggi depan 32 cm x tinggi belakang 27 cm dapat memuat 6 ekor ayam
Kandang ayam petelur dibagi 2 yaitu : kandang terbuka dan kandang tertutup. Kita yang tinggal di Indonesia harus bersyukur karena iklimnya lebih menguntungkan disbanding Negara barat. Dengan type kandang terbuka, produktifitas aym petelur di Indonesia sudah bisa optimal karena intensitas cahayanya cukup dan temperature udara relative stabil, infestasi pembayatn kandang terbuka lebih murah jika dibandingakan dengan kandang tertutup.

B. Type kandang terbuka
Type kandang terbuka yang dapay kita temui pada peternakan ayam petelur di Indonesia umumnya ada 3 bentuk, yaitu type V , type AA dan type W. kandang type V biasanya berisi 4 atau 6 lajur / kandang. Type AA berisi 8 lajur/kandang dan type W berisi 8 lajur/ kandang

Kelebihan type V berisi 4 lajur adalah sirkulasi udara lebih lancar, intensitas cahaya matahari yang masuk lebih optimal dan produksi telur lebih baik. Kelemahannya, populasi ayam kurang maksimal dibandingkan tipe V berisi 6 lajur.
Kandang ayam  Type kandang terbuka


Dikandang type V berisi 6 lajur, sirkulasi dan intensitas cahaya matahari cukup baik tapi kandang tersebut mudah rusak. Selain itu, penanganan managemennya seperti pemberian pakan , minum serta vaksinasi lebih sulit dikerjakan karena batre lajur atas sulit dijangkau. Karenanya karyawan yang bekerja dikandang harus menginjak kandang lajur bawah untuk memberi makan kandang lajur atas.
Kandang ayam  Type kandang terbuka


Kandang type AA yang berisi 8 lajur memuat populasi lebih banyak dan intensitas cahaya mataharui yang masuk cukup baik.
Kandang type AA yang berisi 8 lajur


Kandang type W juga bisa memuat populasi lebih banyak tetapi sirkulasi udara di lajur bagian tengah kurang baik. Karena itu, kotoran ayam lebih lama mongering disbanding ayam type V, sehingga kandungan amoniak cukup tinggi akibatnya pernafasan ayam terganggu dan mempengaruhi produksi telur.
desain kandang tipe W berisi delapan lajur

Penyakit pada ayam bangkok dan pengobatannya

Ayam jenis apapun pasti pernah sering terserang berbagai macam penyakit, pun demikian pada ayam bangkok berikut beberapa penyakit yang sering muncul pada ayam bangkok dan cara pencegahan serta pengobatannya :
Penyakit Snot (Coryza)

Penyakit Snot atau coryza disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit Snot dapat menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam, biasanya penyakit ini muncul akibat adanya perubahan musim dan banyak ditemukan di daerah tropis. Perubahan musim biasanya akan mempengaruhi kesehatan ayam. Angka morbiditas kawanan unggas bervariasi antara 1-30%. Mortalitas atau Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30%.

Cara penularan
Bakteri Haemophillus gallinarum hanya dapat bertahan diluar diinduk semang tidak lebih dari lebih dari 12 jam. Penularan penyakit Snot atau coryza dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit juga dapat melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang dan peralatan yang digunakan.
Gejala klinis
Ayam yang secara klinis telah terinfeksi menunjukkan gejala sebagai berikut
- pengeluaran cairan air mata
- ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya turun atau menggantung
- keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
- Pembengkakan didaerah sinus infra orbital
- terdapat kerak dihidung
- napsu makan
- ayam mengorok dan sukar bernapas
- pertumbuhan menjadi lambat.

Perubahan patologi
Pada kasus akut dijumpai konjungtivitis berat dan peradangan pada pinggir kelopak mata (periorbital fascia). Pada kasus kronis dijumpai sinusitis yang bersifat serosa sampai kaseosa.

Diagnosis
Bakteri Haemophillus gallinarum dapat diisolasi dari swab sinus ayam yang menderita penyakit akut. Isolasi laboratorium dapat dilakukan dengan menggunakan plat agar darah yang telah digores staphylococcus sp dan diinkubasi dalam suasa anaerob.

Diferential diagnosa
Diagnnosa banding dari penyakit coryza adalah Mikoplasmosis atau Chronic Respiratory Disease (CRD) dan Infectious Laryngotracheitis (ILT) .

Pengobatan
Pengobatan penyakit snot pada unggas adalah dengan pemberian preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole. Pemberian sulfonamida dapat dikombinasikan dengan tetrasiklin untuk mengobati coryza dan dapat diberikan melalui air minum atau disuntikkan secara intramuskular. Perhatikan withdrawal time pada ayam petelur karena obat tersebut dapat mengkontaminasi telur dan kualitas dari kerabang telur.

Pengendalian
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.

Penyakit Ngorok atau Chronic Respiratory Disease (CRD)

Penyakit Ngorok biasa juga disebut dengan Chronic Respiratory Disease (CRD) atau mikoplasmosis atau Sinusitis atau Air Sac. Penyakit Chronic Respiratory Disease disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penularan terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi.
Faktor predisposisi atau faktor pendukung
- Kondisi kandang yang lembab
- Kepadatan kandang yang terlalu tinggi
- Litter yang kering
- Kadar amonia yang tinggi.

Cara penularan
Penularan penyakit terjadi baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal dapat melalui induk yang menularkan penyakit melalui telur dan horizontal disebarkan dari ayam yang sakit ke ayam yang sehat. Penularan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan tempat peralatan, tempat pakan, hewan liar maupun petugas kandang.

Gejala klinis
Ngorok basah, adanya leleran hidung lengket dan terdapat eksudat berbuih pada mata dan ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya. Pada kasus kronis mengakibatkan kekurusan dan keluarnya cairan bernanah dari hidung.

Pengobatan
Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral, mycomas dengan dosis 0.5 ml/L air minum, tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada air minum.

Pencegahan
Membeli ayam baik indukan, pejantan, dan anakan yang benar-benar terbebas dari chronic respiratory disease (CRD). Menjaga kebersihan dan tingkat kelembaban kandang dan area ayam.

Penyakit Berak Kapur atau Pullorum

Pullorum merupakan penyakit menular pada ayam yang dikenal dengan nama berak putih atau berak kapur (Bacilary White Diarrhea= BWD). Penyakit ini menimbulkan mortalitas yang sangat tinggi pada anak ayam umur 1-10 hari. Selain ayam, penyakit ini juga menyerang unggas lain seperti kalkun, puyuh, merpati, beberapa burung liar. Pullorum atau Berak kapur disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum dan bakteri gram negatif. Bakteri ini mampu bertahan ditanah selama 1 tahun
Di Indonesia penyakit pullorum merupakan penyakit menular yang sering ditemui. Meskipun segala umur ayam bisa terserang pullorum tapi angka kematian tertinggi terjadi pada anak ayam yang baru menetas. Angka morbiditas pada anak ayam sering mencapai lebih dari 40% sedangkan angka mortalitas atau angka kematian dapat mencapai 85%.

Cara penularan
Penularan penyakit Pullorum dapat melalui 2 jalan yaitu:
- Secara vertikal yaitu induk menularkan kepada anaknya melalui telur.
- Secara horizontal terjadi melalui kontak langsung antara unggas secara klinis sakit dengan ayam karier yang telah sembuh, sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang terkontaminasi.

Gejala klinis
- napsu makan menurun
- feses (kotoran) kotoran berwarna putih seperti kapur
- Kotorannya menempel di sekitar dubur berwarna putih
- kloaka akan menjadi putih karena feses yang telah keringkering
- jengger berwarna keabuan
- mata menutup dan nafsu makan turun
- badan anak ayam menjadi lemas
- sayap menggantung dan kusam
- lumpuh karena artritis
- suka bergerombol

Perubahan patologi
Pada kasus yang akut sering dijumpai pembesaran pada ahati dan limpa dan kadang kadang sering diikuti omfalitis. Pada kasus kronis dijumpai abses pada organ dalam dan adanya radang pada usus buntu (tiflitis kaseosa) yang ditandai adanya bentuk berwarna abu-abu didalam usus buntu.

Diagnosis
Isolasi dan identifikasi salmonella pullorum dapat diambil melalui hati, usus maupun kuning telur dapat dilakukan pembiakan kedalam medium. Ayam karier yang sudah sembuh dapat diidentifikasi dengan penggumpalan darah secara cepat (rapid whole blood plate aglutination test).

Pengobatan
Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam. Obat-obatan ini hanya efektif untuk pencegahan kematian anak ayam, tapi tidak dapat menghilangkan infeksi penyakit tersebut. Sebaiknya ayam yang terserang dimusnahkan untuk menghilangkan karier yang bersifat kronis.

Pencegahan

Ayam yang dibeli dari distributor penetasan atau suplier harus memiliki sertifikat bebas salmonella pullorum. Melakukan desinfeksi pada kandang dengan formaldehyde 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan.

Yang harus diperhatikan saat mengobati penyakit ayam

Pemberian obat pada ayam yang terserang penyakit adakalanya memberikan hasil yang kurang memuaskan. Meskipun kita telah merasa yakin bahwa jenis obat yang kita berikan sesuai dengan penyakit yang menyerang. Tidak menutup kemungkinan juga, kita berasumsi bahwa kualitas obat yang diberikan tidak baik.

Penarikan kesimpulan mengenai kegagalan pengobatan hendaknya telah melewati serangkaian evaluasi dan analisis mengenai teknik maupun aplikasi pengobatan yang telah dilakukan. Mengingat, cara pemberian obat ini mempunyai andil yang besar terhadap efektivitas pengobatan. Obat dengan kualitas yang bagus tidak akan bisa bekerja secara optimal jika ada kesalahan pada teknik aplikasinya. Akibatnya sasarannya tidak tepat atau cara kerja obat tidak optimal sehingga penyakit tidak bisa diatasi. Ada hal yang perlu kita ketahui, cara pemberian obat sangat berpengaruh pada stabilitas obat, kadar obat yang diserap tubuh, kecepatan menghasilkan efek dan lama pengobatan yang notabene menjadi faktor penting yang diperlukan oleh obat untuk melepaskan khasiatnya.

Keberhasilan pengobatan dipengaruhi oleh banyak faktor. Oleh karenanya pengobatan lebih cocok disebut sebagai seni daripada teknik pengobatan.

Prinsip Pengobatan

Prinsip pengobatan menjadi parameter yang harus diketahui dan dipahami saat kita melakukan pengobatan. Penerapan salah satu prinsip pengobatan ini yang kurang sesuai akan berpengaruh pada tingkat keberhasilan pengobatan, tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan kegagalan pengobatan. Jenis obat yang sesuai dengan penyakit, obat mampu mencapai lokasi kerja atau organ sakit, obat tersedia dalam kadar yang cukup dan obat berada dalam waktu yang cukup menjadi 4 prinsip pengobatan.

Obat sesuai dengan jenis penyakit yang menyerang

Setiap obat mempunyai efek yang berbeda dan spesifik terhadap setiap penyakit. Pemilihan obat yang tepat menjadi tahapan pertama yang menentukan keberhasilan pengobatan. Bagaimanapun baiknya cara pemberian obat, tetapi bila kita salah dalam memilih jenis obat, maka bukan suatu keniscayaan efek pengobatan tidak akan optimal.

Tidak semua obat dapat digunakan untuk mengatasi serangan CRD. Contohnya pemberian ampisilin atau amoksilin tidak dapat mengatasi serangan CRD. Hal ini disebabkan bakteri CRD, Mycoplasma gallisepticum tidak mempunyai dinding sel yang berperan sebagai reseptor ampisilin. Sebaliknya, obat yang cocok untuk mengobati penyakit CRD ialah doksisiklin yang memiliki kemampuan menghambat sintesis protein pada reseptor yang terdapat pada M. gallisepticum (ribosom 30S).
  • Obat mampu mencapai lokasi kerja atau organ sakit
Obat yang diberikan harus mampu mencapai target organ, lokasi kerja atau organ sakit sehingga obat bisa berkerja secara tepat dan optimal. Pemilihan rute pengobatan menjadi hal yang penting untuk memastikan obat dapat mencapai organ atau lokasi kerja yang diinginkan. Untuk mengobati penyakit infeksi pernapasan yang parah dengan efek pengobatan yang segera maka rute parenteral, secara suntikan atau injeksi menjadi pilihan utama. Namun bila tidak tersedia sediaan parenteral maka sediaan oral melalui cekok atau air minum dengan kandungan obat yang memiliki efek sistemik dapat menjadi alternatif pilihan, seperti obat dari golongan fluoroquinolon atau penisilin.

Melalui pemilihan dan pengaplikasian rute pengobatan yang benar akan meminimalisasi kemungkinan obat rusak maupun tereliminasi dari tubuh ayam sebelum mencapai organ target.
  • Obat tersedia dalam kadar yang cukup
Obat akan menghasilkan efek pengobatan yang optimal saat konsentrasi atau kadarnya di dalam tubuh ayam mencapai kadar minimum atau Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Sebelum obat mencapai kadar MIC, obat tidak akan bekerja menghasilkan efek pengobatan.

Kadar obat di dalam tubuh dipengaruhi oleh kondisi alamiah tubuh ayam sendiri, dimana ayam mempunyai respon yang berbeda terhadap obat yang dimasukkan ke dalam tubuhnya. “Nasib” obat di dalam tubuh ayam dapat diketahui melalui uji farmakokinetik. Hasil uji farmakokinetik tersebut digunakan oleh apoteker dan dokter hewan sebagai dasar penentuan dosis sehingga obat dapat mencapai organ target dalam jumlah yang cukup melalui rute pengobatan tertentu.
  • Obat berada dalam waktu yang cukup
Secara alami, kadar obat di dalam tubuh akan berkurang dalam jangka waktu tertentu. Ada parameter penting yang berhubungan dengan kecepatan eliminasi obat, yaitu waktu paruh.

Waktu paruh yang diberi simbol T1/2 merupakan waktu yang diperlukan tubuh untuk mengeliminasi obat sebanyak 50% dari kadar semula. Obat dengan T1/2 pendek akan berada di dalam tubuh lebih singkat dibanding dengan yang mempunyai T1/2 panjang. Pada aplikasinya, obat dengan T1/2 pendek perlu diberikan dengan interval waktu lebih pendek, misalnya diberikan 2-3 kali sehari untuk mempertahankan kadar efektif di dalam darah. Sulfadimethoxine dan sulfamonomethoxine merupakan antibiotik dengan T1/2 yang panjang sedangkan antibiotik lainnya seperti tetrasiklin, penisilin memiliki T1/2 yang pendek.


Rute Pemberian Obat
Obat dapat diberikan pada ayam melalui 3 rute, yaitu oral (melalui saluran pencernaan), parenteral/suntikan atau secara topikal (dioles). Pemilihan rute pemberian obat ini disesuaikan dengan jenis obat yang digunakan, jenis penyakit yang diobati, jumlah ayam, tingkat keparahan penyakit dan lama waktu obat tersebut diberikan.
  • Oral
Rute pemberian obat secara oral dilakukan melalui mulut (saluran pencernaan) baik secara cekok, campur ransum atau air minum. Contoh sediaan obat yang diberikan secara oral ialah serbuk larut air atau campur ransum, kaplet atau kapsul. Obat yang diberikan secara oral akan bekerja dengan cara langsung membunuh agen penyakit di saluran pencernaan atau diserap melalui usus untuk kemudian didistribusikan ke organ tubuh yang terinfeksi.

1. Air minum

Berdasarkan pengamatan kami, pada peternakan unggas 95% obat diberikan melalui oral, via air minum dan selebihnya, yaitu 5% obat diberikan secara parenteral atau suntikan (Technical Service Medion, 2006). Hal ini karena aplikasi obat via air minum relatif mudah, cepat dan bisa diberikan secara masal (jumlah banyak).
  • Agar pencampuran obat melalui air minum mampu memberikan efek pengobatan yang optimal perlu sekiranya kita memperhatikan beberapa hal berikut :
  • Air sadah dan adanya kandungan logam berat seperti besi, dapat mengurangi efektivitas antibiotik golongan fluorokinolon dan tetrasiklin
  • Derajat keasaman (pH) terlalu ekstrem (pH < 6 atau pH > 8). Obat sulfa akan mengendap bila dilarutkan ke dalam air dengan pH terlalu rendah (pH < 5)
  • Sinar matahari langsung dapat mengurangi stabilitas obat di dalam larutan. Oleh karena itu larutan obat hendaknya dibuat segar dan diletakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung
  • Konsumsi air minum setiap ayam berbeda-beda sehingga jumlah obat yang masuk ke dalam tubuh setiap ayam tidak sama. Hal ini dapat diminimalisasi dengan penyediaan tempat air minum yang sesuai dengan jumlah ayam
Sebuah percobaan telah kami lakukan untuk melihat efek konsumsi air minum yang berfluktuasi. Trial dilakukan pada ayam petelur umur 22 minggu yang diberi obat enrofloksasin 50 mg/l (10 mg/kg berat badan) selama 5 hari berturut-turut. Akibat konsumsi air minum yang berfluktuasi antara 190 - 255 ml/hari maka dosis obat yang masuk ke dalam tubuh ayam berkisar 9-13 mg/kg berat badan. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita selalu mengevaluasi water intake selama proses pengobatan. Pastikan air minum yang dicampur obat habis dikonsumsi ayam, jika tidak maka pada hari berikutnya kurangi jumlah air minum yang digunakan untuk melarutkan obat (note : tanpa mengurangi jumlah obat yang harus dilarutkan).

Praktek pemberian obat melalui air minum seringkali berbeda-beda antar peternak. Idealnya obat diberikan selama 24 jam atau minimal 12 jam dengan maksimal obat dikonsumsi habis selama 4-6 jam setelah obat dilarutkan. Contoh pola pemberian obat yang ideal yaitu 2 kali sehari, pelarutan obat ke-1 untuk dikonsumsi pagi-siang hari (misalnya pukul 07:00-12:00) dan pelarutan obat ke-2 untuk dikonsumsi siang-malam hari (misalnya 12:00-17:00) sedangkan pada malam-pagi diberi air minum biasa.

Hal yang perlu diingat jika kita menggunakan dosis berdasarkan air minum ialah jumlah air minum yang digunakan untuk menghitung kebutuhan obat merupakan konsumsi air minum ayam selama 24 jam bukan konsumsi air minum ayam saat pemberian obat. Atau lebih amannya bisa memakai dosis berat badan, dimana tidak tergantung dengan jumlah konsumsi air minum. Caranya dengan mengubah dosis berdasarkan air minum yang tertulis di etiket atau leaflet, misalnya 1 g per 2 l air minum menjadi 1 g per 10 kg berat badan (dengan rumus konversi 2 l air minum dikonsumsi oleh 10 kg ayam).

Pemberian antibiotik melalui air minum sebaiknya tidak dilakukan dalam 1 x pemberian dalam waktu yang terlalu singkat (misalnya selama 2 jam), terlebih lagi untuk obat yang mempunyai T1/2 pendek, contohnya ampisilin. Alasannya kadar obat tersebut di dalam darah akan cepat turun setelah pemberian selama 2 jam dan gagal mencapai konsentrasi minimal (MIC) sehingga obat tidak bekerja optimal. Vitamin A setelah dilarutkan di dalam air minum dapat berkurang kadarnya sebanyak 50% dalam waktu 6 jam. Oleh karenanya perlu penanganan sedemikian rupa (misalnya vitamin diberikan selama 2 jam) agar vitamin tidak rusak selama pemberian.

Jumlah dan distribusi tempat minum yang berisi obat juga harus diperhatikan. Jangan sampai ada ayam yang kesulitan atau tidak bisa memperoleh obat dalam kadar yang cukup. Selain itu, atur waktu pelarutan obat, hendaknya tidak lebih dari 4-6 jam agar potensi obat optimal.

2. Ransum

Pemberian obat melalui ransum relatif jarang dilakukan. Biasanya obat yang diberikan melalui ransum merupakan obat yang tidak larut dalam air minum, contohnya ialah Levamid yang diberikan melalui ransum.

3. Cekok

Aplikasi cekok merupakan teknik pengobatan secara individual. Jenis sediaan obat yang diberikan secara cekok antara lain bentuk kapsul atau kaplet dan larutan. Teknik aplikasi ini kurang sesuai jika diterapkan pada populasi yang banyak, lebih cocok diaplikasikan pada kasus penyakit yang individual. Meskipun kelebihan teknik aplikasi ini ialah dosis obat lebih terjamin.
  • Parenteral
Pada unggas (ayam), teknik pemberian obat ini seringkali dilakukan secara suntikan subkutan di bawah kulit (leher bagian bawah) atau suntikan intramuskuler (tembus daging atau otot) pada paha atau dada. Selain kedua teknik tersebut, pemberian obat injeksi juga bisa diaplikasikan dengan cara suntikan intravena atau langsung pada pembuluh darah. Namun, teknik aplikasi ini relatif jarang bahkan tidak pernah diterapkan pada unggas (ayam).

Teknik ini akan menghasilkan efek pengobatan yang relatif cepat karena tidak melalui proses absorpsi di saluran pencernaan yang relatif lama. Keuntungan lainnya ialah dosis lebih terjamin, tepat dan efeknya cepat. Namun, aplikasi teknik ini menyebabkan tingkat stres ayam relatif tinggi dan membutuhkan waktu lebih lama dalam pengobatan. Selain itu, alat suntik yang digunakan haruslah steril dan jarum suntik hendaknya diganti setiap penyuntikan 300-500 ekor agar tetap tajam.
  • Topikal
Topikal atau pemberian obat secara lokal adalah pengobatan obat yang diaplikasikan dengan cara dioleskan atau cara lain secara langsung pada kulit, mata, hidung atau bagian tubuh eksternal lainnya. Contoh obat topikal adalah serbuk antibiotik atau salep yang digunakan untuk mencegah infeksi pada luka serta sediaan cair yang digunakan pada mata. Cil dan Anti Pick merupakan produk Medion yang diaplikasikan secara oles.

Suatu jenis obat ada yang dapat diberikan melalui berbagai teknik pemberian obat, namun ada juga yang hanya khusus diberikan melalui satu macam cara saja. Contohnya vitamin dapat diberikan melalui air minum, ransum dan injeksi intramuskuler, namun gentamisin (antibiotik) hanya dapat diberikan melalui injeksi baik intramuskuler maupun subkutan karena tidak dapat diserap di saluran pencernaan. Untuk memastikan cara pemberian peternak dapat memeriksa jenis sediaan dan aturan pakai yang tercantum pada etiket atau leaflet.

Perlu Dihindari

Pemberian obat, terutama melalui air minum hendaknya tidak dicampur dengan desinfektan. Hal ini disebabkan pencampuran tersebut akan menurunkan bahkan merusakan obat. Contohnya ialah iodin (Antisep, Neo Antisep) atau klorin akan mengoksidasi antibiotik atau vitamin, sedangkan quats (Medisep, Mediklin) bisa mengendapkan obat dengan kandungan sulfonamida.

Kualitas air yang tidak sesuai standar jika digunakan untuk melarutkan obat akan mengakibatkan penurunan potensi obat. Oleh karena itu, pastikan kualitas air melalui pengujian laboratorium sebelum digunakan untuk melarutkan obat. Medion menyediakan fasilitas untuk pengujian air minum dengan parameter uji fisik, kimia maupun biologi.

Pencampuran atau kombinasi obat sebaiknya juga dihindarkan, terlebih lagi pencampuran antibiotik yang tidak tepat akan mengakibatkan rusaknya obat tersebut. Alangkah lebih baiknya jika kita menggunakan produk obat jadi yang dihasilkan dari perusahaan obat hewan. Sebagai contohnya Amoxitin dengan kandungan penisilin tidak boleh dicampur dengan Tyfural yang mengandung antibiotik golongan makrolida. Hal ini disebabkan kedua golongan antibiotik tersebut memiliki sifat yang berbeda. Penisilin bersifat bakterisidal (menghambat) dan makrolida bersifat bakterisid (membunuh). Kombinasi kedua golongan antibiotik ini akan mengakibatkan penurunan potensi obat, kecuali jika target kerja antibiotik tersebut berbeda.

Pendukung Keberhasilan Pengobatan


Setelah kita memperhatikan dan menerapkan ke-4 prinsip pengobatan tersebut, agar efek pengobatan menjadi lebih optimal perlu didukung dengan pelaksanaan manajemen pemeliharan secara baik dan penerapan biosecurity secara ketat. Pemberian multivitamin maupun elektrolit setelah aplikasi obat juga dapat membantu mempercepat kesembuhan ayam.

Saat efek pengobatan mengalami kegagalan atau tidak optimal maka kita bisa mengevaluasi beberapa hal berikut :
  1. Ketepatan diagnosa penyakit
  2. Jenis obat yang dipilih hendaknya sesuai dengan penyakit yang menyerang
  3. Tepatnya dosis obat yang diberikan
  4. Rute pemberian obat haruslah sesuai dengan jenis obat maupun lokasi kerja (organ target)
  5. Hindari kombinasi obat yang bersifat antagonis
  6. Kompleksitas penyakit
  7. Tingkat keparahan penyakit
  8. Resistensi antibiotik dan perlunya dilakukan rolling pemakaian antibiotik
  9. Penerapan manajemen pemeliharaan dan program biosecurity yang kurang tepat
Obat yang diberikan pada ayam hendaknya tidak monoton atau satu jenis obat diberikan terus-menerus untuk mengatasi suatu penyakit karena dapat memicu terjadinya resistensi. Oleh karena itu, lakukan rolling pemberian obat, misalnya setiap 3-4 periode pemeliharaan. Selain itu, dosis dan aturan pakai yang tidak sesuai (dosis kurang) dengan yang tercantum dalam leaflet atau etiket produk juga dapat mengakibatkan terjadinya resistensi.

Bila peternak telah menerapkan cara pemberian obat sesuai dengan praktek yang benar, tapi ayam tidak kunjung sembuh sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter hewan atau tenaga lapangan untuk memastikan penyebab ketidakberhasilan pengobatan. Mengingat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan. Pengobatan akan lebih efektif dan efisien jika ditunjang dengan diagnosa yang tepat, tata laksana kandang yang baik dan penerapan biosecurity yang ketat.

Senin, 12 November 2012

Jamu dan obat tradisional untuk ayam bangkok

Seperti halnya manusia, ayam juga perlu diberi jamu untuk memelihara kesehatannya atau mengobati penyakit, khasiat dari jamu tradisional untuk ayam ini tidak kalah dengan obat-obatan kimia yang biasa digunakan, selain itu harganya yang murah dan mudah didapat bisa jadi alternatif selain menggunakan obat-obatan kimia. Jamu atau obat tradisional untuk ayam sangat beragam tergantung kasus penyakit ataupun penjaga kesehatan tubuh ayam.Ada banyak jenis jamu yang dapat dipilih dengan bahan yang mudah diperoleh disekitar kita.Pengolahannya tidak sulit penggunaannya untuk beragam jenis ayam seperti ayam konsumsi (pedaging dan petelor),ayam aduan dan ayam hias.

1. Meningkatkan stamina
Stamina ayam perlu ditingkatkan agar ayam dapat terhindar dari penyakit.Sebelum diadu,biasanya stamina ayam aduan harus dijaga,bahkan ditingkatkan.Adapun jamu untuk meningkatkan stamina ayam aduan adalah Larutan gula merah dicampur asam jawa secukupnya.Jamu ini diminumkan sebelum ayam diadu.Untuk ayam konsumsi,sebaiknya jamu ini diberikan bila cuaca disekitar kandang memburuk atau hujan.

2. Memulihkan stamina ayam aduan
Ayam yang baru selesai disdu biasanya staminanya menurun drastis.Bila tidak segera diatasi,ayam dapat terserang penyakit.
Adapun jamu untuk memulihkan stamina adalah Madu secukupnya dicampur kuning telor itik 1 butir.Berikan jamu ini dengan cara diminumkan.

3. Meningkatkan gairah kawin pada ayam jantan
Agar secara teratur dapat mengawini betina sebagai pemacek,ayam jantan harus membutuhkan perawatan intensif.Selain diberi cukup pakan,juga perlu diberi obat penyehat tubuh dan penambah gairah kejantanan.Beberapa jamu yang dapat diberikan sebagai berikut.
a.Bawang putih 2 siung dilumatkan dan dicampur nasi hangat 1 sendok makan.Jamu ini dilolohkan untuk satu ekor pejantan dan pemberiannya setiap 4 hari sekali.

b.Jahe segar 2 potong sebesar ibu jari diparut dan diperas airnya.Air jahe ini dicampur sebutir kuning telor itik dan diberikan setiap Minggu sekali untuk seekor pejantan.

c.Tepung beras 2 cangkir dicampur kencur parut 1 cangkir,lalu dibentuk menjadi butiran pil sebesar jagung.Selanjutnya pil ini dijemur sampai kering.Pemberiannya sebanyak 5 pil/minggu untuk setiap ekor ayam pejantan.
d.Lada 100 g disangrai sampai kering,lalu ditumbuk hingga menjadi bubuk halus.Bubuk lada ini dicampur kencur parut 0,5 kg,kuning telor itik 5 butir dan madu 1 sendok makan hingga terbentuk adonan kental.Adonan dibentuk butiran sebesar jari kelingking dan dijemur sampai kering.Sebanyak 2 butiran jamu diberikan sehari sebelum ayam digunakan sebagai pejantan.

e.Jahe segar 1 ruas jari diparut dan airnya diperas.Air jahe dicampur bubur nasi 1 sendok makan dan disuapkan keseekor ayam pejantan.Pemberiannya seminggu sekali.

f.Jahe segar 1 ruas jari diparut dan airnya diperas.Air jahe dicampur kuning telor itik 1 butir dan disuapkan untuk seekor ayam pejantan.Pemberiannya sekali seminggu.


4. Meningkatkan kualitas telor
Telor berkualitas dapat dilihat dari warna kuning telornya kuning cerah atau kemerahan.Agar kuning telor menjadi kemerahan,ayam yang sedang aktif bertelor dapat diberikan azolla sebagai tambahan bahan pakan.Perbandingan pakan dan azolla 4 : 1.Azolla merupakan sejenis tanaman paku air yang mengandung asam amino esensial.Asam amino esensial ini sangat dibutuhkan oleh tubuh ayam.

5. Meningkatkan nafsu makan
Ayam kurang sehat akan turun nafsu makannya.Untuk meningkatkan nafsu makan,ayam tersebut dapat diberikan salah satu dari beberapa ramuan berikut.

a.Bawang putih 3-4 iris dicampur dalam pakan.Ramuan ini diberikan untuk 10 ekor ayam dewasa setiap pagi.

b.Bubuk jahe 10 g dicampur dalam pakan dan diberikan setiap pagi.Dosis ramuan ini untuk 10 ekor ayam dewasa.

c.Jahe segar 2 ibu jari diparut dan diperas.Air perasannya dicampur kuning telor itik 1 butir.Dosis ramuan ini untuk seekor ayam dewasa dan diberikan setiap Minggu,Selain meningkatkan nafsu makan,pemberian pada Pejantan dan meningkatkan nafsu kawain.

Bahan-bahan makanan yang bisa dijadikan bahan untuk membuat pakan ayam

Bahan-bahan makanan yang bisa dijadikan bahan untuk membuat pakan ayam
Penyusunan ransum dari berbagai bahan seperti Jagung, Bekatul, Tepung ikan, Tepung daging, Tepung susu skim, tepung lamtoro, Tepung tulang, Bungkil kacang kedelai dan Grift bisa anda ketahui di bawah ini :

Jagung
jagung giling merupakan sumber karbohidrat yang sangat bagus untuk ayam broiler, dan merupakan bahan makanan yang paling banyak digunakan dalam penyusunan ransum makanan.

Bekatul
Bekatul merupakan bahan makanan yang sangat baik untuk dijadikan bahan penyusun ransum ayam broiler karena mengandung vitamin B, tinggi karbohidrat, lemak dan protein. Bekatul yang diberikan kepada ayam broiler sebaiknya yang masih segar,tidak bau ataupun lembap.
Tepung ikan
Tepung ikan merupakan sumber protein yang tinggi dan juga mengandung unsur mineral penting, seperti kalsium, fosfor, dan klorin.

Tepung Daging
Tepung daging memilikikandungan protein cukup tinggi dan kaya asam amino serta vitamin B12. Persentasenya dalam ransum antara 2,5-10%

Tepung susu skim
Tepung susu skim terbuat dari susu skim atau air susu yang sudah diturunkan kadar lemaknya. Bahan ini bisa dimanfaatkan menjadi bahan makanan yang sangat bagus lantaran tinggi protein, asam amino, lysine, dan laktosa.

Tepung daun lamtoro
Tepung daun lamtoro dibuat dari daun lamtoro yang dikeringkan kemudian digiling hingga halus. Kandungan proteinnya cukup tinggi, namun karena mengandung racun (toxic), maka persentase tepung daun lamtoro dalam ransum tidak boleh diberikan melebihi 4%.

Tepung tulang
Tepung tulang mengandung banyak kalsium dan fosfor sehingga baik untuk dikonsumsi ayam broiler, terutama untuk membantu pertumbuhan tulang. Namun, persentasenya di dalam ransum terbilang sangat sedikit, yakni sekitar 1-2% saja.

Bungkil kacang kedelai
Bungkil kacang kedelai merupakan ampas atau bagian yang tersisa dari kedelai yang sudah diambil minyaknya. Bungkil kedelai ini kaya akan lysine dan merupakan sumber protein yang cukup tinggi, yakni mencapai 38%.
Grift
Grift merupakan campuran dari berbagai bahan yang terbilang keras, seperti batu granit, batu kali, kapur, kulit kerang, dan sebagainya. Semua bahan ini diremukkan dengan cara tertentu sehingga masih bisa dicerna oleh ayam. Fungsi dalam penyusunan dalam ransum sebenarnya lebih kepada membantu pencernaan saja. Selain diberikan sebagai bahan penyusun ransum, grift juga bisa diberikan secara tersendiri.

Cara menetaskan ayam Dengan mesin

Di era modern sekarang ini metode penetasan telur kalkun pun menggunakan Mesin Tetas telur kalkun dengan berbagai macam model. Dengan demikian peluang usaha dari unggas  ini cukup  terbuka lebar bagi peternak yang berminat menggelutinya. Tidak hanya dari sektor pengolahan hasil ternakan kalkun saja tetapi juga dari bisnis-bisnis lainnya, diantaranya penyediaan bibit kalkun yang berkualitas. Penyediaan bibit kalkun dapat dilakukan dengan cara konvensional melalui pengeraman  indukan kalkun dan penetasan telur kalkun dengan mesin tetas telur. Untuk skala besar dan tujuan bisnis tentu tidak mungkin kita menggunakan ayam sebagai alat penetas telur.

Langkah-langkah :

  1. Panaskan mesin tetas paling tidak 24 jam sebelum telur masuk mesin.
  2. Isi bagian bawah mesin dengan air secukupnya untuk memperoleh kelembaban yang sesuai.
  3. Letakkan 2 buah thermometer dalam incubator. Pastikan keduanya berada pada posisi setengah tinggi telur(kira-kira 1 inchi). Anda bisa memakai gelas plastik yang dipotong untuk menempatkan termometer
  4. Letakkan sepotong kain di dalam air dan tempelkan salah satu ujungnya menyentuh salah satu ujung termometer. Termometer ini disebut thermometer  basah, yang akan menjadi patokan kasar tentang kelembaban didalam mesin, jika kain telah basah sepenuhnya sampai ke termometer.
  5. Pastikan suhu stabil pada posisi 99 derajat  F/ 37 derajat C, dan Termometer basah berada pada suhu antara 85-100 derajat F / sekitar 29-37 derajat C.
  6. Tandai telur di kedua sisinya (misal dengan “X” dan “O”) dalam posisi telur berbaring. Ini adalah tanda untuk pembalikan telur, Hingga anda bisa membalik telur tepat 180 derajat.
  7. Letakkan telur dalam mesin secara perlahan. Tempatkan telur dengan tanda yang sama berada diatas. Selama 25 hari: putar telur sebanyak 3-5 kali sehari. Ini untuk mencegah agar isi telur tidak menempel pada kulitnya.
  8. Hari ke 25, HENTIKAN MEMUTAR TELUR. Agar anakan kalkun dapat merubah posisinya dalam posisi siap menetas. Dalam jangka waktu sekitar 28 hari mereka akan segera menetas. Saat sudah ada kalkun yang menetas, mereka kemungkinan akan memutar telur lain yang belum menetas. Putarlah telur yang belum menetas sesuai dengan tanda pada telur lain.

Tips
  1. Penetasan normal adalah 28 hari, akan tetapi bisa maju atau mundur sekitar 3-4hari.
  2. Pegang telur sesedikit mungkin. Semakin sedikit getaran yang terjadi, semakin besar kemungkinan telur akan berhasil menetas.
  3. Jaga ketinggian air. Jika permukaan terlalu rendah, kelembaban di dalam mesin akan semakin kecil. Kelembaban yang ideal adalah 65% atau lebih, untuk menjaga agar anakan kalkun tidak menjadi kering didalam telurnya dan mati.
  4. Saat kalkun mulai memecah telur, jangan sekalipun memutar telur. Pastikan retakan ada diatas. Jika retakan ada dibawah, Kalkun mungkin tidak akan mampu memecahkan telur dan keluar. Dalam jangka waktu 3 hari kalkun akan merubah posisinya ke posisi menetas. 6-12 jam sebelum mereka menetas, anda mungkin kan mendengar mereka menciap-ciap.
  5. Retakan pertama akan terlihat di dekat lobang udara telur(bagian telur yang bulat).
  6. Proses kalkun keluar dari telurnya butuh waktu antara 5-10 jam.
  7. Anakan kalkun yang baru menetas akan selalu menciap, terlihat lelah,lemah dan basah. Pastikan mereka bias beristirahat tenang dan tetap hangat.
  8. Setelah 24 jam berikan mereka makanan dan minuman. Celupkan paruhnya ke dalam air (Cukup paruhnya saja dan jangan sampai kepalanya masuk dalam air) awasi pemberian minumnya. Ulangi dengan makanan. Semoga kalkun anda bisa belajar minum dan makan dengan sendirinya.
Cara menetaskan telur ayam dengan mesin penetas

Perhatian :

  1. Selalu cucilah tangan anda dengan sabun antiseptic (dan jangan menyentuh muka dengan tangan) sebelum memegang telur. Minyak dan kotoran dari anda bisa merusak embrio kalkun didalam telur.
  2. Jangan campurkan anakan kalkun dengan ayam. Ada banyak penyakit yang bias ditularkan ayam ke kalkun (meskipun kalkun dewasa mungkin tidak berpengaruh).
  3. Jika anda tidak memutar telur dengan benar, munkin anakan kalkun yang menetas akan mengalami gangguan di kakinya, seperti kaki pengkor.
  4. Tahanlah diri anda agar tidak membantu kalkun menetas(keluar dari cangkang), bantuan anda mungkin hanya akan membahayakan kalkun anda. Karena mereka akan menjadi rentan terhadap penyakit. Biarkan berjalan dengan alami.

Supaya Berhasil dalam Proses Menetaskan Telur Ayam

Untuk memperoleh persentase hasil daya tetas yang memuaskan ada beberapa langkah yang bisa ditempuh, antara lain :

Menyeleksi telur tetas
Di sini kami tidak akan membahas cara pemilihan telur tetas karena pembahasan tersebut sudah pernah kami tulis sebelumnya di situs ini dan bisa di buka pada kolom artikel. Inti pembahasan bab ini adalah mencari dan memilih telur yang baik untuk ditetaskan yang meliputi penyeleksian terhadap bentuk telur, kebersihan kulit telur, besar kecilnya telur, keberadaan kantung udara, sex ratio jantan dan betina, dan lama penyimpanan telur.

Pengelolaan telur sebelum dimasukkan mesin penetas telur
Cara menyimpanan telur yang baik adalah telur diletakkan dengan ujung yang tumpul berada di bagian atas. Suhu ideal penyimpanan antara 5-15°C. Di bawah batas tersebut embrio bisa mati dan di atas kisaran suhu tersebut embrio bisa berkembang dan menyebabkan penetasan yang lebih cepat. Cara pengelolaan telur sebelum dimasukkan mesin penatas lainnya adalah dengan membersihkan kulit telur dari kotoran dan juga menyucihamakan telur dengan desinfektan.

Lokasi penempatan mesin penetas
Mesin tetas hendaknya ditempatkan pada ruangan yang terlindung dari sinar matahari atau terpaan angin. Yang ideal adalah di tempat yang tertutup atau kalau bisa tersembunyi, gelap akan tetapi masih mempunyai sirkulasi udara yang baik. Kondisi ini seperti halnya keadaan seekor induk betina sedang mengeram dan mungkinkah seekor induk betina mengeram di tempat yang terang? Untuk itu jangan sekali-kali menempatkan mesin penetas telur di depan atau belakang rumah, di depan pintu keluar masuk orang, dekat kamar mandi, dan di dekat dapur.

Sumber panas
Sumber panas mesin penetas telur bermacam-macam, ada yang memakai lampu templok (minyak tanah), briket batubara, listrik (bolam, nikelin, elemen magic jar), dan lain sebagainya. Kita perlu mempunyai cadangan sumber panas tersebut minimal satu unit untuk berjaga-jaga apabila sumber panas utama ada masalah. Mesin tetas semi modern atau modern biasanya sudah menggunakan double pemanas seperti kombinasi listrik dengan minyak tanah atau lainnya. Karena kebanyakan pada saat sekarang sumber panas yang digunakan adalah listrik maka bisa menyediakan cadangan minyak tanah, UPS, Genset atau diesel untuk mesin penetas telur kapasitas besar.

Persiapan mesin penetas telur
Satu hari sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin penetas telur, sebaiknya ruangan mesin telah disucihamakan dengan desinfektan. Banyak sudah jenis desinfektan yang ditawarkan oleh produsen obat dan kami tidak akan menyebutkannya di sini. Kotoran-kotoran yang melekat pada alas lantai mesin, rak pengeraman, dan dinding mesin dari sisa proses penetasan sebelumnya perlu dibersihkan juga. Setelah proses penyucihamaan selesai mesin ditutup kemudian mesin bisa dinyalakan dan dibiarkan sampai tercipta suhu yang stabil yaitu antara 38-40°C.

Mengatur temperatur dan kelembaban
Suhu pada mesin disetting berkisar antara 38-40°C dengan cara mengatur thermoregulator atau thermostatnya. Sedangkan kelembaban disetting pada kisaran antara 50-60%. Tempatkan thermometer dan hygrometer pada tempat yang mudah terlihat. Kami menyarankan untuk memakai thermometer yang terbuat dari air raksa dan kalau memungkinkan mempunyai double thermometer untuk pengecekan suhu karena bisa jadi thermometer yang kita miliki kurang keakuratannya.

Mengatur Sirkulasi Udara
Pada setiap mesin tetas biasanya selalu diberi ventilasi udara agar dapat terjadi pertukaran udara di dalam mesin dengan udara luar. Ventilasi udara dibuka mulai hari ke-4 sedikit demi sedikit sampai pada hari ke-7 lubang ventilasi sudah terbuka penuh. Untuk mesin penetas semi modern biasanya sudah disertai dengan fan (kipas) untuk membantu pemerataan panas dalam mesin dan membuang udara jika diperlukan.

Meneropong telur (candling)
Banyak anggapan bahwa setiap telur yang kita masukkan ke dalam mesin penetas telur akan menetas. Sebagian mereka tidak mengetahui bahwa hanya telur yang fertil saja (dibuahi) yang bisa menetas. Peneropongan terlur berfungsi untuk mengetahui jumlah telur yang infertil (tidak dibuahi), telur yang fertil, embrio yang tumbuh dan embrio yang mati. Pada perlakuan penetasan telur ayam kampung, peneropongan telur dilakukan minimal tiga (3) kali yaitu pada hari ke-3, 14, dan 18. Telur yang infertil atau mati embrio perlu dikeluarkan dari mesin penetas telur. Telur yang infertil masih bisa dikonsumsi sedangkan telur yang mati embrio bisa untuk campuran pakan ternak.

Memutar telur tetas
Kegiatan ini memang sangat menjemukan dan membutuhkan kesabaran. Pemutaran telur dilakukan mulai hari ke-4 sampai hari ke-18 untuk telur ayam kampung. Dalam satu hari minimal 3 kali telur dibalik. Kalau ingin hasil yang lebih baik telur bisa dibalik setiap 3 atau 4 jam sekali. Berdasarkan pengalaman sebagian penetas di Purwokerto, pembalikan telur setiap 3 jam sekali memberikan daya tetas sampai 90%.

Pendinginan telur
Kadang kita melihat seekor induk ayam akan meninggalkan sarang bertelurnya untuk mencari makan atau sekedar bergulung-gulung di tanah atau pasir. Tingkah laku tersebut bertujuan untuk mendinginkan telur. Pendinginan telur pada mesin penetas telur dilakukan saat kita melakukan peneropongan telur. Atau bisa juga untuk sesekali waktu kita buka pintu mesin penetas. Lama pendinginan telur bisa antara 10-15 menit.

Menjelang menetas
Saat ini disebut dengan periode kritis ke-2 dan biasanya banyak penetas yang gagal dalam menghadapinya. Pada tiga hari terakhir sebaiknya telur tidak perlu dibalik/diputar lagi. Kelembaban perlu dinaikkan sedikit untuk membantu proses retaknya cangkang (pipping) dengan cara penyemprotan telur dengan sprayer atau lainnya. Suhu perlu dipertahankan agar tetap stabil dan menghindari agar tidak terjadi kematian pada sumber pemanas (PLN atau lainnya).

Masa Transisi
Ketika anak ayam sudah menetas biarkan beberapa jam sampai bulu-bulunya mulai mengering dan segera pindah ke tempat lain yang telah dipersiapkan seperti kardus, box yang diberi alas jerami atau box khusus dengan pemanas sekalian. Jangan biarkan anak ayam terlalu lama dalam mesin penetas karena bisa menghalangi telur lainnya untuk proses menatas. Kebanyakan dari kita membiarkan anak ayam menetas semua dan tidak mengeluarkan anak ayam yang menetas lebih awal. Sehingga anak ayam yang menetas lebih awal akan mengalami dehidrasi dan akhirnya mati lemas.

Insyaallah dengan memperhatikan beberapa hal di atas proses penetasan kita akan berhasil dengan baik. Akan tetapi itu semua adalah usaha kita, hasil tetap berada di tangan Allah SWT. Oleh karena itu setelah daya dan upaya kita kerahkan jangan lupa untuk berdoa kepada Yang Maha Pemberi Rizki agar penetasan kita berhasil dan bisa mendapatkan keuntungan yang maskimal.

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Ayam Bangkok




Mengetahui jenis kelamin anak ayam memang susah karen bentuk dan rupanya sama persih, tapi kalau diteliti lebih lanjut ada perbedaan-perbedaan antara jenis kelamin ayam jantan dan jenis kelamin ayam betina. Dalam istilah peternakan, membedakan jenis kelamin anak ayam disebut chick sexing. Proses menyeleksi jenis kelamin anak ayam ini pertama kali ditemukan di Jepan pada tahun 1933 oleh Prof. Masui dan Hasimoto. Dalam tujuan bisnis ternak ayam kampung chick sexing memiliki peranan penting dalam sistem pemeliharaan ternak ayam. Membedakan jenis kelamin DOC umur 1 hari memang sangat sulit. Dengan sedikit kesabaran dan ketekunan metode itu sangat mudah dan menarik untuk dilakukan. Berikut penjelasan cara membedakan jenis kelamin ayam pada umur 1 hari tersebut.

Tujuan
  • Mengetahui jenis kelamin bibit ayam kampung serta membedakan ayam berdasarkan pejantan dan betina.
  • Manfaat
  • Memberi perlakuan khusus terhadap pejantan dan betina
  • Mengelompokkan ayam berdasar jenis kelamin
  • Membuat rencana ternak berdasar jenis kelamin
  • Menyeleksi ayam berdasar jenis kelamin pada umur 1 hari

Setelah mengetahui tujuan dan manfaat membedakan jenis kelamin anak ayam maka langkah selanjutnya adalah chick sexing tersebut. Menyeleksi anak ayam atau DOC umur 1 hari lebih sulit dibanding ayam dewasa. Maka dari itu penulis ingin berbagi tips chick sexing tersebut.

1. Vent Sexing

Vent sexing adalah membedakan jenis kelamin berdasarkan lubang alat kelamin atau cloaca. Artinya kita harus melihat jenis kelamin dari sana. Untuk calon pejantan memiliki tonjolan seperti jerawat atau lubang jarum berwarna kuning, putih dan bahkan ada yang hitam sedangkan untuk calon betina tidak ada. Sedangkan bagi betina memiliki ovarium yang merupakan sel telur yang berbentuk seperti V. Vent sexing sangat sulit dikarenakan membedakan tonjolan yang sangat kecil. Namun bagi yang sudah berpengalaman maka vent sexing sangat mudah.
Pada kenyataannya tonjolan calon pejantan kadang tidak ada dan untuk betina malah ada tonjolan. Untuk itu mengapa peternakan besar yang memiliki sexer (petugas seleksi jenis kelamin) tidak bisa menjamin 100% ketepatan seleksi. Dengan metode ini masih menyisakan 5% ketidak pastian jenis kelamin.
vent sexing

2. Feather Sexing

Pada tahun 1969 metode membedakan jenis kelamin diperbaharui yaitu dengan Feather sexing yaitu menentukan jenis kelamin pada DOC dengan memperhatikan bagian tubuh ayam. Dalam hal ini adalah sayap pada anak ayam yaitu sayap primer dan sayap sekunder. Ayam betina lebih cepat tumbuh dari pada ayam pejantan. Sedangkan untuk calon pejantan biasanya lebih cepat besar. Dengan metode Feather sexing ini maka penyeleksian anak ayam akan lebih murah, mudah dan akurasi seleksi akan lebih tepat.
perbedaan pejantan dan betina

3. Alternatif Lain
Pada alternatif lain adalah menyeleksi bagi anak ayam yang masih ragu atas jenis kelamin tersebut. Alternatif yang digunakan adalah menunggu sampai tumbuh bulu secara penuh. Biasaya ayam yang berwarna mencolok akan menjadi pejantan. Itu sebabnya pejantan mempunyai warna yang beragam dari betina untuk menarik pasangannya. Seperti itulah salah satu cara beternak ayam kampung Anda tertarik bukan dengan warna bulu ayam kampung yang beragam? Itu sebabnya mengapa kita memilih ternak ayam kampung.
(sumber: ternakayamkampung.com)

 
TEMPLATE ERROR: Error during evaluation of Angga Pratama