Mata Ayam Bangkok Terkena jalu

.
Mata pecah saat bertarung bukan hal yang tidak mungkin terjadi pada ayam bangkok. Sebagai ayam petarung, risiko apa pun tentu bisa saja terjadi. Dari hanya sekadar luka lecet, sobek, cacat, bahkan sampai mati. Untuk meminimalisasi risiko-risiko seperti itu, ada baiknya pemilik memiliki berbagai informasi tentang penanganan, pengobatan, dan perawatan yang bisa dilakukan. Hal semacam ini dapat dimanfaatkan ketika ayam miliknya mengalami musibah saat bertarung. Luka ringan mudah ditangani. Biasanya setelah luka dibersihkan, cukupdioles dengan obat merah atau antiseptik. Atau, bila luka agak parah, misalnya sobek yang dalam, bisa ditutup dengan plester atau kalau perlu dibalut. Dalam beberapa hari luka segera sembuh kembali. Akan tetapi, luka yang kelewat parah tentunya memerlukan penanganan dan pengobatan khusus dan lebih variatif, bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Ini perlu dilakukan agar ayam terhindar dari kemungkinan cacat, seperti pincang, buta, dan sebagainya. Andai ini terjadi, ayam yang sudah kerap menjadi pemenang bisa terancam "pensiun". Saat ayam berlaga di kalangan, tidak jarang bagian kepala mendapat serangan. Termasuk bagian mata. Apabila lawan yang dihadapi merupakan ayam jalu, yaitu ayam yang bersenjatakan taji di kakinya, bukan tidak mungkin bagian mata menjadi sasaran serangan. Pada kondisi yang berbahaya, bisa saja taji merobek mata. Jika hal seperti ini terjadi, risiko cacat sangat tinggi. Ayam bisa menjadi rabun atau bahkan buta sama sekali. Bila ini terjadi, selain kemampuan bertarungnya berku-rang, penampilannya pun menjadi buruk dengan mata buta atau berlubang mengerikan. Keadaan ini memang tidak mustahil terjadi. Mata yang robek dan tidak segera ditangani biasanya akan cepat memburuk kemudian lepas dan berlubang. Diberi obat merah, antiseptik, atau obat mata tentu kurang tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan alternatif lain untuk mencegah memburuknya tingkat keparahan luka.
 Alternatif sederhana dan mujarab sebenarnya bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Tidak hanya mencegah memburuknya luka, tetapi justru berefek menyembuhkan. Cara tradisional ini pada dasarnya sudah dipraktekkan pada hewan ternak lain yaitu kambing. Kambing yang diobati memang tidak luka, hanya sakit dan belekan serta rabun. Ternyata mata kambing bisa normal kembali setelah ditetesi dengan getah tanaman kelor. Akhirnya cara ini pun digunakan oleh seorang penggemar ayam untuk mengatasi mata pecah ayam kesayangannya karena terkena taji lawan. Dalam waktu relatif singkat, mata ayam sudah bisa sembuh. Walaupun tidak 100% normal, tetapi ayam masih mampu berlaga. Tanaman kelor Kelor merupakan tanaman tahunan yang biasanya tumbuh liar. Nama ilmiahnya adalah Moringa oleifera. Sosoknya berupa pohon yang tumbuh membengkok dengan ketinggian mencapai 3-10 m.
Di kebun, tanaman kelor lebih terlihat bersosok semak yang tidak terlalu tinggi. Daunnya berupa daun majemuk yang panjangnya antara 20-60 cm. Sirip daun pada orde pertama terdiri dari 8-10 pasang anak daun. Masing-masing anak daunnya juga bertangkai. Sementara setiap lembar daunnya berukuran kecil-kecil dengan panjang 1-3 cm, berbentuk bulat telur, oval, atau bulat telur terbalik. Warnanya hijau dengan tepian rata. Bunganya berbentuk malai sepanjang 10-30 cm berwarna putih kekuningan. Sementara buahnya bersudut tiga dengan panjang kurang lebih 20-45 cm. Tanaman kelor berasal dari pegunungan Himalaya. Kini tumbuhan tersebut sering dimanfaatkan sebagai pohon pendukung di kebun sirih. Kadang-kadang daun dan buah mudanya dibuat sayur bening sebagai teman menyantap nasi. Hanya rupanya manfaatnya sebagai tanaman sayur kurang begitu populer karena lebih sering digunakan sebagai campuran air untuk memandikan jenazah. Menurut kepercayaan, campuran tersebut dimaksudkan untuk membuang jimat-jimat yang melekat. Terlepas dari benar tidaknya kepercayaan itu, kelor ternyata juga sudah dimanfaatkan pula sebagai tanaman obat. Daun kelor yang telah ditumbuk halus bila diborehkan pada luka dapat mempercepat proses penyembuhan. Jika digunakan sebagai obat kompres dapat menurunkan panas badan akibat demam. Bisa jadi tanaman kelor mengandung semacam zat antibiotik yang dikenal sebagai zat pencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan.

Cara pemberian Pada dasarnya bagian tanaman kelor yang digunakan untuk mengobati mata pada ayam bangkok adalah getahnya. Getah tanaman tersebut berwarna putih bening. Cara memberikannya relatif mudah. Cukup dengan meneteskan getah tersebut pada mata yang sakit. Pemberiannya tidak banyak, cukup 1-2 tetes saja. Umumnya getah yang dipakai adalah getah yang terdapat pada tangkai daun. Pada kasus ayam bangkok atau keturunannya yang mengalami mata pecah hendaknya diobati sesegera mungkin. Apabila terlambat satu hari saja, biasanya sulit untuk sembuh karena mata sudah telanjur memburuk. Sebaliknya dengan penanganan secepatnya, yaitu tidak lebih dari satu hari, penglihatan ayam masih mungkin tertolong walau harus berkurang ketajamannya. Begitu ayam terluka atau bahkan pecah terkena jalu alias taji lawan, segera teteskan getah tanaman kelor. Ambil tangkai daun atau tangkai anak daun yang berukuran sedang (tidak terlalu tua ataupun terlalu muda). Buang lembaran daunnya, lalu potong tangkai secukupnya hingga getah yang dikeluarkan mencapai dua tetes. Untuk mempermudah keluarnya getah, ujung tangkai ditiup sekuatnya sementara ujung lainnya sudah siap di atas mata yang luka. Setelah tetesan dirasa cukup menyebar di dalam mata, segera mata ayam ditutup dengan plester. Mata dibiarkan tertutup selama satu hari penuh. Biasanya kurun waktu tersebut telah memungkinkan mata ayam untuk sembuh. Bila masih tampak bengkak bisa ditetesi dan ditutup kembali. Penanganan mata pecah pada ayam bangkok atau keturunannya dengan menggunakan getah tanaman kelor sudah penulis buktikan sendiri. Hasilnya memang manakjubkan. Mata ayam yang pecah bisa kembali sembuh. Walaupun bulatan hitamnya tidak sebulat sebelumnya, tetapi ayam masih mampu bertarung. Bisa jadi penglihatannya berkurang, tetapi terhindar dari cacat yang merusak sosok penampilannya.  (Aves)

Artikel lain:

3 komentar:

  1. Maksh gan info nya sangat membantu ne..

    BalasHapus
  2. klo matanya sampe pecah agak susah.. , tpi kalo cuman sampe merah/kena jalu lepek itu di tetesin obat mata dan rambang pake air daun sirih.. , :-) maf klo mbalesnya lama.. ,

    BalasHapus
  3. om klo mtnya trkna kncing coro ap bsa normal iy
    maaf tnya om

    BalasHapus

 
TEMPLATE ERROR: Error during evaluation of Angga Pratama